Senin, 02 Desember 2013

Cara Menanam jahe

Anda senang minuman jahe? Agar memudahkan kita  tidak membeli maka kita berpikir untuk menanam jahe. Anda pasti berpikir untuk menanam jahe membutuhkan lahan yang luas. Bagi anda yang ingin menanam jahe anda bisa memanfaatkan pekarangan, sangatlah mudah. Hal-hal yang dapat kita lakukan adalah:

  • Pengolahan Tanah
Bagaimana cara kita untuk mengolah tanah menjadi gembur dan subur. Pengolahan tanah untuk menanam jahe dilakukan sebanyak 1-2 kali bisa kita lakukan dengan mencangkulnya. Setelah itu tanah ini dibiarkan selama 2-4 minggu hal ini bertujuan untuk menghilangkan bibit penyakit, hama dan zat kimia lainnya yang beracun. Jangan lupa anda juga harus menyikirkan rumput yang ada agar tidak mengganggu pertumbuhan jahe nya. Jahe (Zingiber officinale Rosc) termasuk tanaman monokotil dengan akar serabut dimana untuk tumbuhnya tidak perlu dalam anda cukup menggali kedalaman optimal pengolahan tanah sekitar 20-35 cm. Mengapa kita hanya menggali kedalaman yang dangkal untuk menanam jahe? Jahe memiliki akar yang keluar dari buku-buku rimpangnya yang dominan dalam penyerapan unsur hara.

  • Pemberian Pupuk
Pemberian pupuk yang efektif dan aman tentunya anda harus menggunakan pupuk kandang sehingga tanaman anda akan tumbuh dan kita dapat menyebutnya dengan istilah jahe organik. Bagaimana cara pemberian pupuk kandang?  pupuk kandang dapat kita taburkan pada baris-baris lahan yang akan ditanami setelah kita mengukur jarak tanamannya. Setelah pemberian pupuk kandang, tanah dibiarkan terlebih dahulu jangan langsung ditanami.
Pemberian pupuk bila jahe akan dipanen tua maka dibutuhkan unsur N sebanyak 60-100 kg N/ha atau kalau menggunakan pupuk Urea mengandung 46% unsur N maka beratnya nya adalah 130-200 kg. Pemupukan tahap kesatu diberikan pada saat tanaman berumur 40-60 hari. Untuk tahap selanjutnya pemupukan diberikan 3 bulan setelah tanam.

  • Bibit
Bibit yang dibutuhkan tergantung dari jarak tanam dan jenis jahenya. Untuk jenis jahe ajah yang ukurannya besar diperlikan bibit yang lebih banyak.Untuk menanamkan jahe kita harus memperhitungkan masa dorman dari rimpang jahe. Masa dorman biasanya berlangsung beberapa bulan setelah panen. Untuk di Indonesia masa dorman berlangsung selama musim kemarau. Bila waktu penanaman telah tiba tapi rimpang masih dalam masa dorman, maka usaha yang dapat kita lakukan adalah dengan mengeringkan dan menjemur jahe selama 4 jam sehari sampai 4-6 hari.Cara lainnya dapat kita simpan jahe tersebut di tempat sejuk, lembap dan agak gelap selama 1-3 bulan. Kedua cara ini bertujuan agar tunas lebih cepat tumbuh.
Bibit yang siap tanam adalah bila tiap bibit minimal telah tumbuh satu mata tunas, penunasan bisa dilakukan dengan   menghamparkannya pada jerami dengan tempat yang sirkulasi udaranya baik. Sebelum ditunaskan rimpang jahe dipotong dan dibasahi. Hamparan bibit disiram setiap hari. Setelah mulai bertunas rimpang dipotong sesuai ukuran.


  • Penanaman
Penanaman tergantung adanya air, jahe membutuhkan 7-9 bulan basah, disarankan untuk menanam jahe pada awal musim hujan. Untuk jarak tanam yang dianjurkan adalah 25-50 cm dalam barisan dan 45-60 cm antarbarisan. Untuk lubang tanam dibuat dengan diameter 10-15 cm dengan kedalaman 7,5-10 cm.



DAFTAR PUSTAKA

Farry B. Paimin. Budidaya,Pengolahan, Perdagangan Jahe. Jakarta: Penebar Swadaya; 2000.

Sabtu, 30 November 2013

Mengenal Hujan


Mengenal hujan dan proses terjadinya
Coba perhatikan, dulu orang tua kita sering menceritakan bahwa bulan yang berakhiran ber : september, Oktober, Nopember, dan Desember adalah musim hujan, sekarang ini bisa kita percayai tidak ya? Memang fenomena saat ini tidak bisa dijadikan sebagai patokan sering kita menyebutnya cuaca ekstrim, kadang hujan dan kadang panas. Hujan itu merupakan berkah disinilah awal kehidupan bisa kita lihat, tanaman yang melakukan foto sintesisnya dengan bantuan air dan sinar matahari. Tapi saat musim hujan yang berlimpah saat ini malah menjadi bencana, mengapa? Karena manusialah penyebabnya mereka asik dengan eksploitasi demi kepentingan pribadinya. Entah sengaja atau tidak banyak orang membuang sampah ke sungai. Apa yang terjadi tentunya anda tahu sendiri jawabannya. Pada musim kemarau malah kebalikannya banyak  orang berpikir untuk membuat hujan buatan.  
Dua per tiga dari bumi kita ini mengandung air dan sisanya adalah daratan. Tidak salah bila kita mencoba mengulang pertanyaan anak-anak, "Bagaimana terjadinya Hujan?". Siklus hujan terjadi beberapa tahap ini:
Pemanasan air laut oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara terus menerus. Air berevaporasi, kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan batu, hujan es dan salju (sleet), hujan gerimis atau kabut.
Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diserap oleh tanaman sebelum mencapai tanah. Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda:
§  Evaporasi / transpirasi - Air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di tanaman, dsb. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan (Kondensasi). Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan, salju, es.
§  Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah - Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan.
§  Air Permukaan - Air bergerak di atas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut.
Apa hubungannya dengan bulan yang akhirannya –ber apa? Menurut ilmu Geografi, musim di Indonesia terbagi menjadi dua yaitu musim hujan dan musim kemarau. Setiap musim berlangsung selama enam bulan. Musim kemarau terjadi pada bulan April sampai September dan musim hujan terjadi pada bulan Oktober sampai Maret. Berhubung diantara bulan Oktober-Maret itu adalah Nopember, Desember, Januari dan Februari sehingga banyak orang yang mengatakan bulan yang akhiran –ber itu adalah bulan musim penghujan.



Hujan buatan
 Perlakuan ini dinamakan hujan buatan (rain-making), atau sering pula dinamakan penyemaian awan (cloud-seeding). Untuk menerapkan usaha hujan buatan diperlukan tersedianya awan yang mempunyai kandungan air yang cukup, sehingga dapat terjadi hujan yang sampai ke tanah. Bahan yang dipakai dalam hujan buatan dinamakan bahan semai. Bahan semai terdiri atas NaCl (garam), Cao (Kapur tohor) Ca(OH)2 serbuk kalsium hidroksida, partikel karbon hitam. Sebanyak 900 ton bahan semai dibawa setiap kali penerbangan untuk  menentukan awan yang potensial dan mencurahkan hujan. Zat yang disebar mampu menarik uap air dan mengumpulkannya sehingga di sekitar awan tersebut menjadi lembab, karena bertambah banyak uap air maka jadilah butiran air yang membantu mempercepat turunnya hujan. Kadang dalam prosesnya perlu membuyarkan awan yang tidak potensial dengan membuat lingkungan awan yang sedang berproses turun kelembabannya dengan mengusahakan udara dari luar awan agar banyak yang masuk ke awan dengan menyebarkan Cao sehingga timbullah butir-butir di awan yang mengaganggu awan yang tidak potensial tersebut.