Anda senang minuman jahe? Agar memudahkan kita tidak membeli maka kita berpikir untuk menanam jahe. Anda pasti berpikir untuk menanam jahe membutuhkan lahan yang luas. Bagi anda yang ingin menanam jahe anda bisa memanfaatkan pekarangan, sangatlah mudah. Hal-hal yang dapat kita lakukan adalah:
- Pengolahan Tanah
Bagaimana cara kita untuk mengolah tanah menjadi gembur dan subur. Pengolahan tanah untuk menanam jahe dilakukan sebanyak 1-2 kali bisa kita lakukan dengan mencangkulnya. Setelah itu tanah ini dibiarkan selama 2-4 minggu hal ini bertujuan untuk menghilangkan bibit penyakit, hama dan zat kimia lainnya yang beracun. Jangan lupa anda juga harus menyikirkan rumput yang ada agar tidak mengganggu pertumbuhan jahe nya. Jahe (Zingiber officinale Rosc) termasuk tanaman monokotil dengan akar serabut dimana untuk tumbuhnya tidak perlu dalam anda cukup menggali kedalaman optimal pengolahan tanah sekitar 20-35 cm. Mengapa kita hanya menggali kedalaman yang dangkal untuk menanam jahe? Jahe memiliki akar yang keluar dari buku-buku rimpangnya yang dominan dalam penyerapan unsur hara.
- Pemberian Pupuk
Pemberian pupuk yang efektif dan aman tentunya anda harus menggunakan pupuk kandang sehingga tanaman anda akan tumbuh dan kita dapat menyebutnya dengan istilah jahe organik. Bagaimana cara pemberian pupuk kandang? pupuk kandang dapat kita taburkan pada baris-baris lahan yang akan ditanami setelah kita mengukur jarak tanamannya. Setelah pemberian pupuk kandang, tanah dibiarkan terlebih dahulu jangan langsung ditanami.
Pemberian pupuk bila jahe akan dipanen tua maka dibutuhkan unsur N sebanyak 60-100 kg N/ha atau kalau menggunakan pupuk Urea mengandung 46% unsur N maka beratnya nya adalah 130-200 kg. Pemupukan tahap kesatu diberikan pada saat tanaman berumur 40-60 hari. Untuk tahap selanjutnya pemupukan diberikan 3 bulan setelah tanam.
- Bibit
Bibit yang dibutuhkan tergantung dari jarak tanam dan jenis jahenya. Untuk jenis jahe ajah yang ukurannya besar diperlikan bibit yang lebih banyak.Untuk menanamkan jahe kita harus memperhitungkan masa dorman dari rimpang jahe. Masa dorman biasanya berlangsung beberapa bulan setelah panen. Untuk di Indonesia masa dorman berlangsung selama musim kemarau. Bila waktu penanaman telah tiba tapi rimpang masih dalam masa dorman, maka usaha yang dapat kita lakukan adalah dengan mengeringkan dan menjemur jahe selama 4 jam sehari sampai 4-6 hari.Cara lainnya dapat kita simpan jahe tersebut di tempat sejuk, lembap dan agak gelap selama 1-3 bulan. Kedua cara ini bertujuan agar tunas lebih cepat tumbuh.
Bibit yang siap tanam adalah bila tiap bibit minimal telah tumbuh satu mata tunas, penunasan bisa dilakukan dengan menghamparkannya pada jerami dengan tempat yang sirkulasi udaranya baik. Sebelum ditunaskan rimpang jahe dipotong dan dibasahi. Hamparan bibit disiram setiap hari. Setelah mulai bertunas rimpang dipotong sesuai ukuran.
Bibit yang siap tanam adalah bila tiap bibit minimal telah tumbuh satu mata tunas, penunasan bisa dilakukan dengan menghamparkannya pada jerami dengan tempat yang sirkulasi udaranya baik. Sebelum ditunaskan rimpang jahe dipotong dan dibasahi. Hamparan bibit disiram setiap hari. Setelah mulai bertunas rimpang dipotong sesuai ukuran.
- Penanaman
Penanaman tergantung adanya air, jahe membutuhkan 7-9 bulan basah, disarankan untuk menanam jahe pada awal musim hujan. Untuk jarak tanam yang dianjurkan adalah 25-50 cm dalam barisan dan 45-60 cm antarbarisan. Untuk lubang tanam dibuat dengan diameter 10-15 cm dengan kedalaman 7,5-10 cm.
DAFTAR PUSTAKA
Farry B. Paimin. Budidaya,Pengolahan, Perdagangan Jahe. Jakarta: Penebar Swadaya; 2000.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar